Bos Pandawa Disidang

0
325

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Pengadilan Negeri Kota Depok menggelar sidang perdana bos KSP Pandawa yaitu Dumeri alias Salman Nuryanto. Agenda sidang pada Selasa (8/8) adalah pembacaan dakwaan. Salman merupakan terdakwa kasus investasi bodong berkedok koperasi. Korban koperasi ini sangat banyak dengan kerugian triliunan rupiah.

Dalam kasus ini penegak hukum telah menetapkan 27 terdakwa dengan enam berkas berbeda saat persidangan. Namun ada insiden tak mengenakkan saat Nuryanto menjalani sidang perdana kemarin. Pasalnya kuasa hukumnya yang bernama Ramjahif tidak dapat mendampingi karena ketidaklengkapan persyaratan.

Kuasa hukumnya itu tidak mengenakan toga sidang saat masuk ruangan sehingga majelis hakim terpaksa tidak memperbolehkan mendampingi. Sidang Nuryanto dipimpin oleh Yulinda Trimurti Asih Nuryati (Hakim Ketua), Tri Joko (Hakim Anggota), Sri Rejeki Marsinta (Hakim Anggota). Sebelum sidang, ruangan sudah dipenuhi orang yang ingin menyaksikan sidang Nuryanto.



Yulinda mengatakan atas kurangnya kelengkapan yang dimiliki kuasa hukum maka dengan berat hati Nuryanto tidak dapat didampingi.

“Saudara belum siap kalau seperti ini. Dan kami kurang berkenan (karena tidak memakai jubah), itu ada dalam tata tertib,” kata Yulinda.

Karena kuasa hukumnya tidak bisa mendampingi, Hakim Ketua kemudian menanyakan pada terdakwa apakah sidang akan tetap dilanjutkan atau tidak. Nuryanto pun menjawab tetap ingin melanjutkan sidang.

“Sidang dengan Nomor Perkara 424/Pidsus/2017/PN Depok atas nama terdakwa Salman Nuryanto, kami skors,” ujar Yulinda.

Sedangkan sidang terdakwa lainnya dalam kasus yang sama tetap berjalan. Kasus ini terdiri atas enam berkas perkara. Yaitu: 1. Nomor Perkara 424/Pidsus/2017/PN Depok atas nama terdakwa Dumeri alias Nuryanto alias Salman Nuryanto. 2. Nomor Perkara 425/Pidsus/2017/PN Depok atas nama terdakwa Madamin, Moch. Soleh, Dedi Susanto, Ricky Muhammad Kurnia Putra dan Yeni Selva. 3. Nomor Perkara 426/Pidsus/2017/PN Depok atas nama terdakwa Taryo, Ronny Santoso, Reza Fauzan dan Saturnimus Meme Nage. 4. Nomor Perkara 427/Pidsus/2017/PN Depok atas nama terdakwa Dakim Bin Tasman, Cicih Kusneti, Vita Lestari dan Bambang Prasetyo Assidhiq. 5. Nomor Perkara 428/Pidsus/2017/PN Depok atas nama terdakwa Nani Susanti, Anto Wibowo, Priyoko Setyo Putro, Arif Rahmansyah, Sabilal Rusdi, Siti Parlianingsih, Ii Suhendar dan Ngatono. 6. Nomor Perkara 429/Pidsus/2017/PN Depok atas nama terdakwa Tohiron, Abdul Karim, Dani Kurniawan, Yeret Metta dan Subardi.

Para terdakwa didakwa dakwaan alternatif. Pertama, pasal 46 ayat (1) UU RI No 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU RI No 7 tahun 1992 tentang Perbankan ko pasal 69 UU RI No 21 tahun 2011 tentang OJK ko pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 64 ayat (1) KUHP. Kedua, pasal 378 KUHP jo pasal 55 ayat (1) jo 64 ayat (1) KUHP.

Ramjahif, kuasa hukum Nuryanto mengakui dirinya tidak membawa jubah. Alasannya, dirinya tidak menerima rilis dari pengadilan. “Saya tahu jadwalnya sidang hari ini dari website, tapi tidak ada rilisnya,” katanya.

Sementara itu Dwi Putra Budianto yang meminjamkan jubah pada Ramjahif mengaku sebagai rekan satu profesi dia terpanggil untuk meminjamkan jubah.

“Ya tergerak saja. Kita kan satu profesi. Kita beda kantor hukum dan klien tapi saya merasa satu profesi dengan beliau,” kata Dwi.

Muklis, kuasa hukum 10 terdakwa kasus KSP Pandawa mengatakan pihaknya akan berupaya agar kliennya tidak dijerat tentang Perbankan. Dirinya menangani 10 terdakwa yaitu Soleh, Dedi, Vita Lestari, M Riski, Saturnius, Hilal, Ningsih. “Kami akan bela hak-hak klien. Nanti kita lihat pembuktian di persidangan,” kata Muklis.

Menurutnya, kliennya yang merupakan leader di KSP Pandawa hanya bertugas mengumpulkan uang dari nasabah dan menyerahkan pada Nuryanto. Namun ada juga yang dikelola sendiri oleh para leader. “Disni kita perjuangkan supaya tidak termasuk dalam pasal tersebut. Karena klien kami tidak tahu cara perputaran uang yang Nuryanto lakukan,” pungkasnya.nNur Komalasari

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here