Branding Depok Dinilai Tak Kuat

Sawangan | jurnaldepok.id
Kementerian Pariwisata menilai bahwa branding Kota Depok saat ini tak kuat untuk menarik wisatawan datang ke Depok. Hal itu dikatakan langsung oleh Oneng Setiaharini, Asdep Tatakelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Pariwisata.

“Apa sebetulnya potensi dan pasar yang bisa dijual dari Depok ini, semua daerah pasti punya potensi pariwisata namun harus dilihat dulu apa yang mau dikembangkan kemudian siapa yang akan datang. Brandingnya harus dikuatkan dulu, kalau memang atraksinya itu situ kan bisa dikuatkan Pesona Situ Depok misalnya,” ujarnya kepada wartawan, Senin (7/8).

Sehingga, kata dia, nantinya pembangunan diarahkan ke sana baik akses maupun amenitasnya seperti rumah makan, akomodasi dan sarana lainnya. Jika bicara situ, maka yang akan dijual adalah situ.

“Apa sebenarnya yang mau dijual dari Depok, kami rasa belum ada (brandingnya,red). Kalau mau ke Depok mau kemana? kan harus kuat dulu. Kalau kita mau beli sesuatu kan harus lihat brandingnya dulu, mau beli mobil juga pasti pilih-pilih (branding,red),” paparnya.

Jadi, kata dia, branding itu sangat menentukan. Sekarang bagimana pemerintah kota membaranding terlebih dahulu Depok agar lebih dikenal. Selain itu, pemerintah kota juga harus melihat brand samrt nya.

“Untuk pembandingnya jangan Indonesia tapi harus luar. Coba lihat situ-situ di luar negeri seperti apa dan bagaimana pengelolaannya. Kami rasa Depok akan menjadi luar biasa. Komitmen pemerintah dan masyarakat memang itu yang utama,” katanya.

Pernyataan itu dikatakan Oneng usai menjadi narasumber dalam acara Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona di Rumah Joglo, Situ Pengasinan, Sawangan.

Anggota DPR RI Komisi X, H Nuroji mengungkapkan sesungguhnya banyak sektor wisata yang ada di wilayah Depok. Namun sayang, keberadaannnya saat ini belum dapat dimaksimalkan baik dari akses penunjang maupun atraksinya.

“Kami sebenarnya ingin berbagi wawasan, terimaksih Pak Wali sudah datang mudah-mudahan dapat didengar masukan dari acara ini. Intinya sudah ada pergeseran di dalam pembangunan daerah, saya sudah keliling ke berbagai daerah dan melihat daerah lain maju dan bisa mengembangkan pariwisatanya, kenapa Depok tidak?,” tandasnya.

Diakui Nuroji, Depok masih banyak memiliki persoalan dan belum memiliki inisiator termasuk kesadaran pemerintah kota serta belum adanya sinergi dari dinas dengan stakeholder maupun masyarakat.

“Sebelum ke branding yang penting komitmennya dulu, mau tidak membangun pariwisata di Depok? kalau tidak mau enggak usah diterusin, mau enggak Depok sebagai kota pariwisata yang bisa menghasilkan PAD cukup besar? Kalau itu enggak ada gagal total kami yakin,” ungkapnya.

Dikatakannya, bahwa DPR hanya bisa mendorong dan tidak bisa mengambil kebijakan apalagi di tingkat pusat. Ia juga meminta adanya sinergi dari pemerintah kota dengan pemerintah pusat.

“Seperti pembahasan Perda Pariwisata dan Pendidikan saya tidak diajak, saya sih nyengir-nyengir aja dari jauh. Seharusnya kan ada sinergi karena saya berada di komisi yang menangani pariwisata dan wakil Depok di DPR RI,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa anggaran pariwisata terbatas. Namun, untuk promosi maupun pemasaran diakuinya cukup tinggi yang mencapai Rp 3 triliun.

“Jadi kalau Depok mau bangkit pariwisatanya kami jamin bantu anggaran pemasaran maupun publikasinya,” ungkapnya.

Politisi Partai Gerindra itu mengakui, bahwasanya wewenang situ berada di pemerintah propinsi dan pusat. Namun begitu, bukan berarti tidak ada yang bisa dilakukan oleh pemerintah kota.

“Kalau fisik maupun sarananya oke itu punya poropinsi dan pusat, tapi SDM nya harus diberdayakan oleh tingkat kota. Seperti membangun tempat parkir maupun sarana penunjang lainnya,” katanya.

Nuroji juga meminta kepada pemerintah kota untuk rajin melakukan loby ke pemerintah pusat agar lebih banyak lagi bantuan yang bisa diserap.

“Bayangkan daerah mana-mana rajin ke pusat, Depok kan dekat dengan Jakarta. DAU Depok tahun ini dipangkas ya karena memang kurang loby. Makanya harus rajin-rajin lah loby ke pusat,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here