Walikota Tanggapi Turunnya Target Pendapatan

Margonda | Jurnal Depok
Walikota Depok, Mohammad Idris menanggapi pernyataan DPRD terkait target pendapatan yang dinilai turun dari 15,02 persen menjadi enam persen. Dikatakan Idris, bahwa sesungguhnya target pendapatan di tahun ini meningkat.

“Kalau menurun enggak, naik meskipun tidak signifikan. Dalam catatan keuangan daerah itu ada penambahan karena memang dana BOS yang untuk sekolah itu keberatan bagi kami atas instruksi pemerintah dimasukkan ke kas daerah,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Minggu (6/8).

Sehingga, kata dia, angkanya melejit dari kenaikkan. Dari situ, kemungkinan DPRD berasumsi dikarenakkan melejit dianggapnya tidak naik. Namun, sesungguhnya ada kenaikkan.

“Sesuai dengan target pendapatan kemarin itu ada kenaikkan. Namaun kalau untuk ke depan target dengan 10 persen kami katakana harus kaji kembali. Karena kondisi ekonomi nasional dan keuangan daerah yang dirasionalisasi oleh Kementerian Keuangan tentu akan melemahkan atau menurunkan target,” paparnya.

Jika biasanya pemerintah kota mampu menargetkan 10 persen per tahun, namun untuk tahun 2018 nanti pihaknya meminta untuk diturunkan targetnya. Hal itu pula lah yang dikatakannya saat sidang paripurna terkait penandatangan KUA-PPAS Perubahan APBD Depok tahun 2017.

“Karena tidak mungkin, susah. Yang kami usulkan target pendapatan memang lima persen ke dewan untuk 2018 nanti bukan 10 persen. Karena kondisi ekonomi, DAU Depok akan dikurangi oleh pemerintah pusat tahun ini Rp 20 miliar, ini juga menjadi catatan kami. Di dalam rasionalisasi keuangan nasional tentu akan dikurangi dana-dana perimbangan dari pemerintah pusat. Makanya kami tidak berani menargetkan 10 persen,” katanya.

Lebih lanjut Idris menjelaskan, pendapatan dari sektor pajak sudah diantisipasi agar ada kenaikan di antaranya pajak restoran, pajak parkir dan pajak yang lainnya.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok mempertanyakan target pendapatan yang semula direncanakan mencapai 15,02 persen pada anggaran perubahan, justeru menurun hingga mencapai angka enam persen.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo di sela-sela acara Musrenbang Perubahan RPJMD 2016-2021.

“Itu sebelumnya diusulkan oleh pemerintah di dalam Pansus Perubahan RPJMD. Ini kan menjadi pertanyaan kami, dari 15.02 persen kenapa diusulkan menjadi enam persen. Artinya ada hal yang tidak berjalan, apalagi ini kan target pendapatan,” ujar Hendrik kepada Jurnal Depok, Kamis (3/8).

Seharusnya, kata dia, yang namanya target harus dimaksimalkan. Meski begitu, Hendrik mengaku belum mengetahui kenapa target pendapatan bisa menurun hampir 50 persen.

“Menurut kami enggak boleh turun, target pendapatan harus tinggi agar stake holder dan OPD terpacu untuk meraih target itu, kalau kami kasih target minimal untuk apa?,” paparnya.

Dengan menurunnya target pendapatan, dikatakan Hendrik pasti akan berdampak pada menurunnya belanja yang akan dikeluarkan. Hendrik meminta kepada pemerintah agar target semula 15,02 persen dapat dipertahankan. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here