11 PAC PDIP Laporkan Waketum Gerindra

0
201

Margonda | jurnaldepok.id
Pengurus PDI Perjuangan Kota Depok mendatangi Polresta Depok kemarin. Kedatangan mereka bermaksud melaporkan Waketum Gerindra Arief Poyuono yang sempat memberikan pernyataan jika PDI Perjuangan sama dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Sekretaris PDI Perjuangan Kota Depok Totok Sarjono mengatakan pernyataan yang dilontarakan Waketum Gerindra tersebut dinilai sangat menyakitkan seluruh kader PDI Perjuangan.

“Kami dibilang PKI, sering menipu rakyat, dan kawan-kawan yang bergabung dalam koalisi Presiden Jokowi juga dibilang tidak waras. Saya rasa ini berlebihan dan keterlaluan,” ungkapnya.



Ia menerangkan jika kader PDI Perjuangan sejak pertama masuk menjadi anggota diajarkan tentang ideologi Indonesia yakni Pancasila. Ungu itu dirinya bersama 11 PAC PDI Perjuangan melaporkan Waketum Gerindra ke pihak berwajib.

“Ada sebelas PAC yang datang untuk melaporkan hal ini ke Polres Depok,” katanya.

Dirinya menambahkan jika tindakan itu tidak ada perintah khusus untuk melaporkan kejadian ini. Pelaporan yang mereka lakukan merupakan inisiatif dari tiap pengurus.

“Gerakan ini merupakan hasil inisiatif kami. Mungkin ada teman-teman di daerah lainnya yang juga mengambil tindakan semacam ini. Seperti di Karawang dan Bandung,” ucapnya.

Dirinya melanjutkan permintaan maaf yang dilakukan Arief di media massa tersebut menegaskan dia bersalah. “Permintaan maaf bisa saja dilakukan. Namun kami sudah terlanjur sakit hati dan mengambil tindakan untuk melaporkan dia,” jelasnya.

Jika laporannya tidak ditanggapi oleh yang bersangkutan pihaknya masih harus berkoordinasi dengan pengurus pusat tentang tindakan apa selanjutnya yang dilakukan.

“Laporan ini sudah kami sampaikan kepada pihak berwajib,” katanya.

Pernyataan Arief menurut dia melanggar Pasal 310 dan Pasal 156 tentang pencemaran nama baik.

Sementara itu, Pjs Kasubbag Humas Polresta Depok AKP Firdaus membenarkan pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Depok datang untuk melaporkan seorang yang diduga melakukan pencemaran nama baik. Namun dirinya belum memberikan komentar lebih banyak karena masih laporan.

“Iya betul tadi mereka datang untuk menyampaikan laporannya. Laporan ini selanjutnya akan diproses,” pungkasnya.
Terpisah, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna memahami langkah yag diambil oleh 11 PAC PDI Perjuangan.

“Kami tidak mentorerir yang seperti itu, bahkan di pusat telah mengambil langkah yang strategis. Ini kan berimbas pada keharomisan kita di Depok, kami tidak ingin bahasa seperti itu keluar,” terangnya.

Sebagai kader, Pradi sangat menyayangkan ucapan seperti itu. Dikatakannya, bahwa dalam berpolitik semuanya bermuara untuk masyarakat bukan untuk menciderai orang.

“Enggak bedanya saya juga, pasti saya akan mengambil langkah-langkah juga kalau diperlakukan hal yang sama. Kita harus sadar diri kalau berpolitik bukan untuk saling menciderai, justru harus menampung keinginan masyarakat yang dituangkan di dalam pengambil kebijakan. Kalau ada hal yang demikian, saya yakin itu tidak mewakili partai,” pungkasnya. nNur Komalasari|Rahmat Tarmuji

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here