Pesapon Ikut Bangga

0
147

Margonda | jurnaldepok.id
Keberhasilan Pemkot Depok dalam meraih piala Adipura tidak bisa terlepas dari peran pasukan orange penyapu jalanan (pesapon) yang giat membersihkan jalanan Kota Depok dari pagi hingga sore hari. Ya, para pasukan orange tersebut sejak Subuh sudah bergegas bersih-bersih sampah dan daun-daun yang berserakan di se panjang jalan raya Depok.

Nonih (42) mengungkapkan suka duka selama 21 bekerja sebagai pesapon. Ibu dua orang anak itu mengaku selama dirinya menjadi petugas sapu jalanan banyak pengalaman yang didapat.

“Suka nemu duit mulai dari Rp 500, Rp 1000 di jalan. Dulu waktu jamannya krisis moneter tahun 1998 Ramanda kan juga bakar-bakaran, saat itu keadaan ya menerangkan banget. Nah terakhir ada temuan tas yang diduga bom di ITC kemarin,” terangnya.



Warga Grogol itu menambahkan jika piala Adipura pernah diraih pada zaman pemerintahan Walikota Badrul Kamal pada tahun 1996. Namun ketika itu Depok masih kota administratif. Dirinya membandingkan Depok kini lebih bersih dan tertata dibandingkan dahulu.

“Dulu sih masih banyak kebon, masih banyak sawah. Sekarang kan sudah beda. Emang enakan sekarang sih,” ucapnya.

Meski demikian ia menambahkan jika penghasilannya saat ini dinilai pas-pas an. Dia mendapatkan upah sebesar Rp 80 ribu per hari. Upah pertama kali diterimanya Rp 2500 per hari.

“Setiap Minggu libur. Saya mulai berangkat habis Subuh, naik angkot terus turun langsung kerja. Saya mulai nyapu dari Halte Pemkot sampai Terminal Depok. Kira-kira jaraknya sekitar 1 KM,” katanya.

Terkadang ia harus meninggalkan anak-anak nya yang sedang tertidur lelap dan meninggalkan suaminya untuk bekerja. “Yang bikin sedih ketika anak saya masih kecil, saya nggak sempat ngurusin mereka. Tapi ya mau gimana lagi. Kalau nggak kayak gini susah nutupin biaya hidup. Suami saya kerjanya cuma buruh,” papar Nonih.

Pesapon lain yakni Jaenabun (50) warga Sawangan mengatakan dengan honor yang diterimanya sekarang ia harus bisa mengatur keuangan. “Dicukup-cukupin aja. Pengennya sih Rp 100 ribu perhari atau minimal UMR. Kami nerima upah aja, ” jelasnya.

Meski demikian dirinya mengaku ikut senang dengan peraihan Adipura. Dengan demikian Depok diakui pemerintahan pusat sebagai kota yang bersih. “Ya ikut senang aja. Tapi saya minta tolong masyarakat ikut jaga kebersihan. Sedihnya kalau saya sudah bersihin jalanan eh ada warga yang seenaknya buang sampah di jalan,” pungkasnya.nNur Komalasari

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here