Bersihkan Drainase

0
153

Laporan: Rahmat Tarmuji
Banjir yang melanda wilayah Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, pekan silam membuat Taruna Tanggap Bencana (Tagana) dan Karang Taruna dibantu Babinsa setempat, melakukan aksi bersih-bersih darinase di lingkungan RT 01 dan 03/02 Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Bojongsari.

Tim Tagana Kota Depok, Bambang yang terjun bersama tujuh orang rekannya mengungkapkan, bahwa langkah yang diambil tak lain untuk mengantisipasi terjadinya banjir kembali.

“Karena saluran air di sini tersumbat, informasi yang kami terima saluran air tersebut sudah dibersihkan hanya saja kesadaran masyarakat yang kurang untuk membersihkan saluran tersebut,” ujar Bambang kepada Jurnal Depok.



Babinsa I Kelurahan Bojongsari, Serka Daryoto mengungkapkan bahwa banyak ditemui sampah plastik yang menyumbat saluran air di kawasan tersebut. Tak hanya sampah plastik, pihaknya juga menemukan sampah yang berasal dari batang pohon pisang hingga bangkai ayam.

“Kami antisipasi ini, harapannya tidak terulang lagi seperti minggu lalu. Memang sampah ini tersumbat karena ada kabel yang melintang di pinggir jalan, jadi sampah tersangkut di situ. Alhasil debit air tersumbat,” tandasnya.

Pengurus Karang Taruna Kecamatan Bojongsari, Salam mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan secara bersama-sama untuk mencegah terjadinya banjir.

“Sampah menjadi penyebab utama di saluran itu, ditambah lagi ada beberapa kabel yang melintang dan menyebabkan air mengalir tidak lancar,” ungkapnya.

Sebelumnya, Puluhan rumah yang berada di lingkungan RT 01 dan 03/02 Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, terendam banjir. Hal itu disebabkan meluapnya air solokan yang merupakan terusan dari Kali Pondok. Alhasil, lebih dari 30 rumah terendam air.

“Air mulai naik ke rumah warga sekira pukul 20.00 WIB, ketinggiannya bervariasi. Namun rata-rata mencapi 50-60cm,” ujar Sobirin, Ketua RW 02 Kelurahan Bojongsari, Minggu (24/7).

Ia mengatakan, banjir bukan kali ini saja terjadi namun sudah beberapa kali terjadi. Terlebih, ketika hujan deras air langsung meluap ke pemukiman warga. Meski sudah dipasang turap, namun banjir masih meluap ke rumah warga.

“Memang solokan ini sudah dilebarin, namun di hilirnya solokan menyempit. Belum lagi ada kabel-kabel di sana yang melintang dan menghambat debit air ke hilir,” paparnya.

Selain merendam rumah warga dan sekolah Kelompok Bermain, banjir juga telah merendam barang berharga milik warga seperti kasur dan peralatan rumah tangga lainnya.

Selain buruknya kondisi saluran air, banjir juga diduga disebabkan oleh adanya proyek Perumahan Cendana Regency yang menguruk area persawahan. Alhasil, kini tidak ada lagi resapan air di sana.

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here