Idris Dipinang Golkar?

0
193

Suhu politik di Kota Depok tiba-tiba menghangat. Bagaimana tidak, ketua dan pengurus DPD Partai Golkar Kota Depok mengambil langkah politis tingkat tinggi. Mereka secara resmi berencana  meminang Walikota Depok, Mohammad Idris untuk dijadikan kader sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok menggantikan Babai Suhaimi.

Informasi tersebut diperkuat dengan digelarnya pertemuan antara Plt Ketua DPD Partai Golkar dan pengurus partai kemarin sore. Meskipun masih malu-malu, Ketua Harian DPD Partai Golkar, H Nurhasyim membenarkan jika pihaknya merencanakan pertemuan tersebut.

“Rencananya mau silaturahmi saja tidak ada hal-hal lain, saat ini belum membicarakan itu (meminang,red). Wajar saja jika kami punya Plt ingin melakukan silaturahmi dengan Pak Idris. Sampai saat ini belum ada pembicaraan dukung mendukung atau mengusung beliau,” ujar Nurhasyim kepada Jurnal Depok, Rabu (19/10).



Ditegaskannya, tujuan Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, Amin Fauzi tak lain untuk silaturahmi dan belum mengetahui apa yang akan dibicarakan.

“Memang ada agenda silaturahmi dengan beliau (Idris,red), namun bukan dalam rangka itu (meminang,red). Politik kan bisa saja sewaktu-waktu berubah, sekarang A besok bisa B kami belum tahu,” paparnya.

Ketika ditemui di Balikota Depok, Idris merespon isu yang saat ini tengah berkembang dengan bijak. Dikatakannya, bahwa hingga kemarin dirinya belum menerima pinangan tersebut.

“Belum ada pinangan, kata siapa ada pinangan?. Hari ini (kemarin,red) salah satu pengurus Golkar minta ketemu saya untuk menyampaikan pesan, katanya sih ada pesan namun saya tidak tahu pesannya apa,” tanggap Idris.

Ketika diperjelas pesan tersebut bahwasanya Partai Golkar akan meminang dirinya untuk dijadikan sebagai Ketua DPD Partai Golkar, ini jawaban Idris.

“Nanti akan  saya lihat apa yang diinginkan dan seperti apa. Yang saya tahu mohon maaf, secara internal Partai Golkar baik nasional maupun daerah harus diclear kan terlebih dahulu. Saya tidak mau masuk ke dalam sebuah gejolak  internal yang belum clear lalu masuk dalam perkumpulan itu,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa dirinya akan banyak melakukan pertimbangan keorganisasian dan pertimbangan politis. Idris menyadari bahwa dirinya baru dilantik dan masih banyak pekerjaaan yang belum diselesaikan.

“Ketika dibutuhkan konsentrasi seperti ini, tentunya sangat berat dan sulit akan menghadapi permasalahan di Partai Golkar baik di tingkat nasional maupun di daerah, makanya perlu saya klarifikasi hal tersebut. Sebab keluarnya Pak Babai Suhaimi juga kan tiba-tiba. Dalam sebuah organisasi besar seperti Golkar pasti ada sesuatu hal yang memang harus diselesaikan secara internal partai,” jelasnya.

Meskipun belum ada kata menerima atau menolak pinangan itu, Idris mengatakan saat ini dirinya ingin mendengarkan terlebih dahulu apa pesan yang ingin disampaikan.

“Mendengarkan pembicaraan kemudian kami tampung dan kami lihat, lalu selanjutnya seperti apa, kami akan memberikan jawaban,”katanya.

Dikatakan Idris, dirinya merupakan type orang yang tidak mau disibukan dengan sebuah organisasi apalagi politik, yang memang hingar-bingar politik di Indonesia ini sangat kuat. Sehingga, dirinya akan lebih konsentrasi terhadap amanah rakyat untuk memimpin Depok secara menyeluruh untuk semua lapisan masyarakat.

“Walaupun kemarin diusung oleh dua partai, itu yang ingin kami lakukan, konsentrasi ke sana. Nanti kalau sudah dua atau tiga tahun ada keberhasilan dan ada sesuatu yang nampak dirasakan oleh masyarakat barulah kami akan mengubah wacana, namun wacana kami saat ini lebih konsentrasi untuk warga Depok dengan teglain baru yang telah kami buat,”


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here