Pemalusu Gas Diancam Lima Tahun Penjara

foto-a-beritanya-yg-bhl

Pelaku pengisi air ke dalam tabung gas 3 kg atau tabung melon dibekuk Polresta Depok. Mereka adalah JA (24) dan MI (19). JA berperan sebagai pengisi air dalam tabung gas melon yang kosong, sedangkan MI berperan sebagai pengecer yang menjual ke warung-warung. Keduanya merupakan warga Kelurahan Tugu, Cimanggis Depok.

“Motifnya pelaku semata-mata untuk mencari keuntungan dengan cara menipu.  Modusnya itu dengan cara memasukan air ke dalam tabung gas 3 kg dengan menggunakan alat yang sudah disiapkan pelaku. Alatnya berupa suntikan dan selang air,” ujar Kapolres Kota Depok Kombes Pol Harry Kurniawa kemarin.

Dirinya menjelaskan berdasarkan pengakuan pelaku, mereka sudah menjalankan aksinya sejak dua bulan lalu yakni sejak September.

“Dalam aksinya itu minimal satu hari ada 20 tabung . Sejak September tercatat ada 300 tabung yang sudah diisi air dan disebar di Depok serta Jakarta. Setelah diisi air, pelaku menyerahkan ke kaki tangannya untuk disebarkan ke warung yang ada di Depok dan Jakarta Timur,” jelasnya.

Pihaknya masih mendalami motif yang dilakukan pelaku, termasuk adanya sindikat jaringan pengoplos tabung gas. “Omzet nya setiap satu tabung Rp 16 ribu. Untuk pengisiannya mereka sudah siapkan suntikan dan selang air. Tabung yang kosong itu memang sengaja dimasukan air dengan menggunakan alat itu. Tabung gas yang memang semua isinya air,” tutur Kapolres.

Polresta Depok juga mengamankan tabung sebanyak 50 buah. “Tabung yang kami amankan di rumah pelaku ada 50. Terdiri atas 48 tabung kosong dan dua isi air semua. Pelaku terjerat pasal 378 dan undang-undang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Denda Rp 2 miliar,” tandasnya.

Sementara itu Walikota Depok Mohammad Idris mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan lebih ketat di setiap kelurahan terhadap izin usaha khusus gas.

“Khusus penjual  3 kg ini penjual ngambil nya dimana. Harusnya kalau pengecer ini ambilnya di pangkalan dan resmi,” ucap Walikota.

Dari sisi ketercukupan gas melon di Depok menurutnya hal tersebut sudah cukup. “Untuk di Depok itu terdapat 1.450.000 tabung setiap bulannya. Satu tahun 17.400.000 tabung dan tersebar di 63 kelurahan. Sebenarnya kalau pengecer datanya ada di Pertamina. Namum yang harus dilihat pengecer-pengecer tidak resmi seperti izinnya. Dia warung biasa tapi ternyata jual gas juga dan ini yang harus didata. Kami akan keluarkan ijin khusus usaha gas,” pungkasnya.

Manager Communication Area Jawa Bagian Barat Pertamina Yudi Nugraha mengatakan tabung gas melon itu terdiri atas tabung kosong dengan berat 5 kg kemudian ditambah gasnya 3 kg. “Jadi totalnya 8 kg. Bagi masyarakat yang beli tabung gas melon namun beratnya lebih dari 8 kg harus waspada. Jika diisi air beratnya bisa mencapai 12 kg,” katanya.

Ia memaparkan jika pengawasan pengisian gas sangatlah ketat. “Sebelum masuk SPBE itu tabung diperiksa kalau beratnya 5 koma sekian itu dikeluarkan. Jika beratnya sudah 5 kg itu diisi gas itu juga nanti dicek lagi,” papar Yudi.

Dirinya menerangkan untuk membedakan tabung gas dengan tabung air adalah jika tabung gas itu tidak mengeluarkan suara jika tabung digoyangkan. “Sedangkan kalau tabung isinya air itu ada suaranya. Selain itu air itu tidak ada tekanan, tapi yang paling mudah untuk membedakannya adalah dari beratnya. Tabung gas melon berat total 8 kg. Jika lebih itu perlu dicurigai. Segera lapor ke Pertamina atau kepolisian jika menemukan hal mencurigakan,”

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here