Kebutuhan ‘Si Melon’ Melonjak

0
238
M Athar Susanto

Margonda | jurnaldepok.id
Kebutuhan gas elpiji 3 kilogram atau tabung melon meningkat. Untuk itu persediaan selama ramadhan ditambah sebanyak 290.000 tabung. Sedangkan kebutuhan normalnya per hari di Depok mencapai 58.000 tabung.

“Khusus untuk Depok kalau dihitung selama satu bulan kebutuhannya mencapai 1,45 juta tabung. Tapi selama Ramadan kami tambah 290.000 tabung,” kata Ketua Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas Kota Depok, Muhammad Athar Susanto, Jumat (10/6).

Penambahan itu sudah dilakukan sejak awal puasa. Dan sistem distribusinya dilakukan pada awal, pertengahan dan akhir bulan puasa serta untuk kebutuhan Idulfitri. Depok memiliki 24 agen penyalur elpiji yang nantinya dibentuk dua agen dan 500 pangkalan siaga di 63 kelurahan guna menyediakan elpiji tersebut.



Ia menambahkan agen siaga untuk memantau daerah mana saja yang kekurangan elpiji. Sehingga akan menyiapkan tambahan stok mulai H-7 sampai H+7 Ramadan.

“Untuk Depok kami pastikan stok elpiji untuk rakyat aman. Dan Pertamina juga berharap kepada masyarakat agar tidak panik dan juga tidak membeli gas secara berlebihan,” ungkapnya.

Terkait soal harga, pihaknya menegaskan bahwa tidak ada kenaikan harga elpiji selama Ramadan tahun ini. Untuk elpiji 3 kilogram, penjual di tingkat pangkalan mencapai Rp16.000 per tabung.

“Untuktingkat outlet mencapai Rp18.000 per tabung,” katanya.

Sebelumnya, Senior Sales Repersentatif Pertamina Wilayah Depok, Bogor dan Sukabumi, Herdi Surya Indrawan berjanji akan memberikan sanksi kepada pangkalan gas LPG 3 kilogarm yang menjual gas dengan ukuran tersebut dia atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kalau ada pangkalan yang terbukti menjual di atas harga HET maka akan kami berikan sanksi berupa skorsing pangkalannya. Maka akan kami putus hubungan usahanya,” ujar Herdi kepada wartawan, Rabu (8/6).

Ia mengatakan, bahwa di bulan Ramadhan ini pihaknya telah melakukan penambahan jumlah pasokan LPG 3 kilogram sebanyak 290 ribu tabung. Jumlah tersebut, kata dia, disebar mulai dari awal, pertengahan, akhir puasa hingga setelah lebaran.

“Kami telah memiliki data historis, biasanya dengan penambahan lima hari kerja itu sudah mencukupi. Namun tidak menutup kemungkinan apabila terjadi kekurangan di suatu daerah kami akan lakukan operasi pasar,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa pihaknya menjamin bahwa LPG 3 kilogram selama Ramadhan hingga setelah lebaran dalam kondisi aman dan tersedia.
n Nur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here